Kalau kita melihat BJJ lewat kacamata Constraints Led Approach, ada satu hal yang langsung terasa jelas.

Arahnya.

Framework besarnya sederhana dan tidak berubah:

“IMMOBILIZATION THAT LEADS TO STRANGULATION OR BREAKING.”

Pada akhirnya, entah kamu main guard, passing, leg lock, atau back take, tujuannya tetap sama. Immobilization. Lalu dari situ muncul peluang untuk strangulation atau breaking.

Dalam sistem yang dinamis seperti BJJ, ini disebut Invariants. Hal-hal yang tidak pernah berubah.

Teknik bisa berubah. Tren bisa berganti.

Tapi goal dan jalur fundamental menuju goal itu tetap.


Concept 1: Akses ke Centre Mass

Pertanyaannya sekarang, bagaimana kita mencapai immobilization?

Jawabannya bukan langsung submission.

Istilah yang diberikan Greg Souders adalah attack the periphery to gain access to centre mass.

Periphery itu limbs. Head, arms, legs.

Centre mass itu shoulder, hips, chest, back.

Kalau kamu pernah merasa selalu terlambat dalam scramble, mungkin kamu langsung mencoba mengontrol centre mass tanpa menguasai periphery dulu.

Padahal akses selalu dimulai dari luar ke dalam.


Concept 2: Managing Distance lewat Connection

Dalam CLA, jarak bukan sekadar “dekat atau jauh”. Jarak dikelola melalui connection.

Konsep nya dari Greg Souders adalah making and maintaining connections for the purpose of managing distance.

Tanpa connection, tidak ada kontrol.

Tanpa kontrol jarak, tidak ada akses.

Dari sini muncul tiga mekanisme utama.


A. Segmentation

Segmentation berarti kita mengeliminasi satu segment periphery sedikit demi sedikit untuk membuka jalan ke centre mass.

Contohnya sederhana:

Hands → Elbow → Shoulder → Chest

Foot → Knee → Hips

Kita tidak lompat langsung ke hips. Kita matikan satu segment setiap waktu.

Kalau passing kamu sering mentok, bisa jadi kamu belum benar benar menghilangkan satu segment secara tuntas. Kamu mencoba melompati proses.

Segmentation adalah proses yang harus terus kita maintain

B. Destabilization

Setelah connection ada, kita gunakan itu untuk mengganggu keseimbangan lawan.

Destabilization bukan soal mendorong sekuat mungkin.

Ini soal menggunakan connection untuk mengarahkan lawan keluar dari struktur stabilnya.

Sedikit tarik. Sedikit dorong. Sedikit rotasi.

Begitu struktur goyah, akses ke centre mass terbuka.

Kalau kamu merasa sering “kehabisan tenaga” saat menyerang, mungkin kamu terlalu fokus memaksakan posisi, bukan menciptakan ketidakseimbangan.

C. Isolation

Isolation sering disalahpahami sebagai sekadar “mengunci”.

Padahal maknanya lebih spesifik.

Isolation adalah memisahkan limbs yang ingin kita serang dari anggota tubuhnya yang lain.

Kita tidak hanya menangkap arm.

Kita memisahkan arm itu dari sistem tubuhnya.

Contoh yang jelas:

Foot yang terperangkap dalam Ashi Garami.

Arm yang terisolasi dalam Spider Web.

Begitu satu limb terpisah dari support system-nya, mobilitasnya turun drastis. Dari situ immobilization menjadi realistis.

Tanpa isolation, submission sering terasa licin dan sulit diselesaikan.


3 Main Situations 

Semua prinsip ini selalu muncul dalam tiga situasi utama:

  • *Standing situation

  • *Standing vs Seated situation

  • *Pinning situation

Dimanapun kamu berada, invariant-nya tetap sama.

Attack periphery. Akses centre mass. Kelola jarak. Isolasi. Immobilize.


Dan akan banyak ada konsep konsep di luar CLA yang bisa kita gunakan juga dan akan dibahas di halaman halaman selanjutnya.

Sekarang coba jujur pada diri sendiri.

Apakah kamu melihat game kamu sebagai rangkaian teknik?

Atau sebagai proses sistematis menuju immobilization?

CLA membantu kita melihat bahwa BJJ bukan kumpulan move.

Ia adalah sistem dinamis dengan goal yang tidak pernah berubah.

Dan mungkin yang perlu kita perjelas bukan variasi teknik kita.

Tapi cara kita memahami arah permainan itu sendiri. Tags : bjjgarden

Related :

Mengapa Ecological Approach Mengubah Cara Latihan Tradisional BJJ

Back To :