
Aku pelupa.
Bukan jenis pelupa yang dramatis. Bukan yang lupa nama orang atau lupa makan siang.
Tapi jenis yang lebih pelan dan lebih menyebalkan.
Jenis yang bikin kau merasa pernah baca sesuatu yang bagus, pernah dengar hal yang menarik, pernah punya ide yang rasanya solid. Tapi waktu mau dipakai, entah kemana perginya.
Dulu waktu masih jadi koki, masalah ini sangat terasa.
Kitchen itu chaos. Banyak hal terjadi serentak. Resep yang baru dimodifikasi. Layout buffet yang berubah mendadak. Proses operasional yang kalau sampai kelewat bisa berantakan satu shift.
Solusi aku waktu itu sederhana banget.
Bawa catatan kecil. Atau catat di Notes HP.
Dan jujur, itu cukup. Untuk beberapa waktu.
Sampai catatannya menumpuk dan aku sadar tidak pernah balik lagi buka yang lama.
Arsip yang tidak pernah dibuka bukan sistem. Itu tempat sampah yang lebih rapi.
Titik baliknya waktu aku nemu video di YouTube soal Building a Second Brain dari Tiago Forte.
Satu kalimat dari sana langsung kena.
Otak itu untuk berpikir, bukan untuk menyimpan.
Dari sana aku kenal PARA Method. Sistem empat folder yang memisahkan informasi berdasarkan seberapa aktif kau butuhkan sekarang.
- Projects — yang punya deadline
- Areas — tanggung jawab jangka panjang
- Resources — referensi dan topik yang menarik
- Archives — semua yang sudah tidak aktif
Simpel di teori.
Di praktiknya, butuh waktu lama untuk benar-benar ngerti cara kerjanya di kehidupan nyata.
Sampai sekarang pun aku masih terus ngulik.
Dan mungkin itu yang bikin topik ini tidak pernah bosen buat aku.
Karena tidak ada versi finalnya. Sistemnya selalu bisa berkembang seiring cara hidupmu berubah.
Mungkin itu juga kenapa ini relevan buat siapa saja yang hidupnya penuh informasi tapi sedikit waktu untuk memprosesnya.
Related : CC